Baturaja, radjaberita.com – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H, Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Baturaja Timur menggelar acara istimewa yang penuh berkah. Pada malam Selasa tersebut, MWC NU Baturaja Timur mengadakan kajian rutin mingguan tentang fiqih Islam dan kitab kuning yang berlangsung di sekretariat MWC NU, Jl. Veteran, samping Masjid Romadhon Baturaja. Kajian ini juga diisi dengan tawasul dan pembahasan agama oleh Ustadz Nasaruddin SP dan Ustadz Salim Dawami S.Pd., dengan referensi kitab Tanqihul Qaul
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Salim Dawami S.Pd., salah satu pengurus MWC NU Baturaja Timur, mengungkapkan bahwa kegiatan pawai obor yang diadakan setiap tahun merupakan bagian dari tradisi untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Tahun ini, pawai obor akan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2025, pukul 19.00 WIB (setelah salat Isya). Kegiatan ini akan dimulai dari sekretariat MWC NU Baturaja Timur, menuju Taman Kota Baturaja, dan berakhir di halaman Kantor DPRD OKU.
Tema yang diangkat untuk kegiatan kali ini adalah “Pawai 10.000 Obor dan Gebyar Sholawat Jilid II”. Acara ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan Hadroh Nurul Hidayah dan puncak acara sholawatan bersama Gus Kapten dari OKU Timur, yang sedang dalam konfirmasi.
MWC NU Baturaja Timur berharap, dengan diadakannya acara ini, semangat umat Islam di Kabupaten OKU semakin terpupuk dalam menyambut bulan suci Ramadhan. “Kami ingin menyemarakkan kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, sebagaimana kita menyambut tamu yang sangat istimewa,” ujar Ustadz Salim.
Pengurus MWC NU Baturaja Timur juga berharap agar kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten OKU, khususnya PJ Bupati OKU, DPRD OKU, TNI, POLRI, serta unsur Muspida dan Muspika. Dukungan tersebut diharapkan dapat memastikan kelancaran acara dan keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.
Dengan semangat kebersamaan, MWC NU Baturaja Timur mengajak seluruh warga muslim dan muslimat di Kabupaten OKU untuk turut serta dalam pawai obor dan gebyar sholawat ini sebagai bentuk penyambutan yang penuh sukacita terhadap bulan Ramadhan 1446 H. (Red)










