Baturaja radjaberita.com – Tim kuasa Hukum dan Advokasi Paslon Bupati OKU H Teddy Meilwansyah dan H Marjito Bachri (BERTAJI) melaporkan oknum pemantau pemilu dan oknum warga diduga tim salah satu calon Bupati yang mendatangi layaknya penggerebekan dan melakukan perbuat diluar kapasitas mereka diSekretariat Relawan Presiden Prabowo-Gibran (Pragrib) untuk pemenangan Paslon Teddy Meilwansyah dan Marjito Bachri (BERTAJI) pada Pilkada OKU di desa Pusar.
Hal itu lantaran para pelaku diduga melakukan pengerusakan dan intimidasi bak segerombolan preman serta mengambil menyita berkas-berkas yang ada di sekretariat Relawan Presiden Prabowo-Gibran (Pragrib) untuk pemenangan Paslon Teddy Meilwansyah dan Marjito Bachri di Pilkada OKU di Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat pada Minggu malam lalu.
“Hari ini kami melaporkan dugaan perbuatan pelanggaran Pilkada atas kehadiran orang-orang tidak dikenal termasuk oknum pemantau pemilu BP2SS ke tempat relawan Pragrib Bertaji di daerah Pusar, “jelas Khair Sya’ban Oktorudy S.H. usai memberikan laporan diBawaslu OKU pada Senin 21 Oktober 2024.
Laporan dugaan pelangaran Pilkada itu kata Rudi, terkait adanya oknum warga dan oknum tim dari paslon secara sengaja mendatangi relawan sekretariat Prabowo Gibran (Pragrib) Bertaji di Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat saat dini hari dan melakukan intimidasi serta mencuri atau mengambil berkas-berkas milik mereka.
Parahnya hal itu dilakukan saat para penghuni sekretariat sedang beristirahat (malam hari red). “Sekretariat relawan Pragrib Bertaji di daerah Pusar kejadian itu pada Minggu malam sekitar pukul 00.46 wib. Intinya itu saja. Untuk perkembangan kita lihat nanti, ” ucap Rudi.
Dijelaskan Rudi, Tim kuasa hukum dan advokasi Bertaji melihat ada sweeping sepihak dari oknum-oknum tersebut yang seakan-akan orang-orang yang didalam sekretariat itu melakukan kesalahan dan melakukan pelanggaran serta dinilai berbuat kesalahan besar.
“Untuk yang kami laporkan dilihat dalam video yang beredar dan laporan warga dilihat dari barang bukti video ada empat atau lima orang yang mempunyai peran, ” ucap Rudi.
Saat ini jelas Rudi pihaknya masih melaporkan ke sentra Bawaslu OKU dan pihaknya akan menunggu hasilnya.
“Saat itu kami (adik-adik red) yang menghuni sekretariat itu tiba- tiba didatangi oknum orang-orang tidak dikenal dan melakukan sweeping, mereka mengambil berkas-berkas, adik-adik juga bingung dan ketakutan. Padahal mereka yang melakukan penggerebekan tidak punya kapasitas bahkan melebihi pihak berwenang atau aparat penegak hukum,” tegasnya.
Pihaknya jelas Rudi akan menunggu hasil laporan yang disampaikan ke Bawaslu OKU. “Kami akan tunggu hasilnya, terkait adanya dugaan pelanggaran proses pelaksanaan pilkada. Tetapi kita menunggu dari hasil laporan yang telah masuk biarkan Banwaslu untuk memproses dan mengkajinya,” kata Rudi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu OKU Yudi Risandi saat ditanya membenarkan sudah menerima laporan tersebut, Dirinya mengatakan terkait laporan tersebut pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu.
“Laporan itu masih ditelaah dipelajari dulu oleh kordiv PP secepatnyo dirapatkan. Nanti akan kita sampaikan ke publik dua atau tiga hari kedepan” ucap Yudi. (OK)










